Taj Mahal, salah satu keajaiban dunia yang menjadi simbol cinta
dan warisan budaya India, kini menghadapi ancaman dari kelompok ekstremis Hindu. Beberapa kelompok garis keras di India telah menyerukan penghancuran atau perubahan status Taj Mahal dengan alasan bahwa monumen ini sebenarnya adalah sebuah kuil Hindu yang disebut “Tejo Mahalaya”.
Klaim Sejarah yang Diperdebatkan
Kelompok nasionalis Hindu mengklaim bahwa Taj Mahal dibangun di atas sebuah kuil Hindu yang lebih tua, yang didedikasikan untuk dewa Siwa. Klaim ini pertama kali diajukan oleh P. N. Oak, seorang penulis yang dikenal karena teori sejarah alternatifnya. Meskipun banyak sejarawan dan arkeolog menolak klaim ini, ide tersebut tetap menjadi bahan propaganda bagi kelompok tertentu yang ingin menghapus jejak Islam dari sejarah India.
Taj Mahal dan Warisan Mughal
Taj Mahal dibangun oleh Kaisar Mughal, Shah Jahan, pada abad ke-17 sebagai mausoleum bagi istrinya, Mumtaz Mahal. Monumen ini merupakan salah satu karya arsitektur Islam terbesar di dunia, dengan pengaruh seni Persia, Turki, dan India. Taj Mahal diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dari seluruh dunia.
Serangan Nasionalisme Hindu terhadap Monumen Muslim
Dalam beberapa tahun terakhir, gerakan nasionalis Hindu semakin gencar menyerang simbol-simbol sejarah Islam di India. Selain Taj Mahal, beberapa masjid dan situs bersejarah lain juga telah menjadi sasaran gugatan hukum dan kampanye penghancuran. Kelompok-kelompok ekstremis mengajukan petisi di pengadilan untuk membuka kembali penyelidikan terhadap sejarah Taj Mahal, dengan tujuan membuktikan klaim mereka bahwa monumen tersebut awalnya adalah kuil Hindu.
Sikap Pemerintah India
Pemerintah India, yang dipimpin oleh Partai Bharatiya Janata Party (BJP), menghadapi tekanan dari berbagai pihak dalam menangani isu ini. Meski belum ada langkah resmi untuk menghancurkan atau mengubah status Taj Mahal, sikap pemerintah terhadap kelompok nasionalis Hindu sering kali dianggap ambigu. Beberapa pejabat pemerintah telah memberikan pernyataan yang mendukung klaim ekstremis, sementara yang lain menegaskan bahwa Taj Mahal adalah bagian dari warisan nasional yang harus dilindungi.
Reaksi Publik dan Internasional
Kasus ini telah menimbulkan kecaman dari komunitas internasional dan masyarakat sipil di India. Sejumlah sejarawan, aktivis, dan akademisi menolak upaya distorsi sejarah yang dilakukan oleh kelompok nasionalis. UNESCO juga telah menyatakan keprihatinannya terhadap ancaman terhadap Taj Mahal, mengingat statusnya sebagai Situs Warisan Dunia.
Di dalam negeri, banyak warga India, termasuk dari komunitas Hindu sendiri, menolak seruan ekstremis untuk menghancurkan Taj Mahal. Mereka melihat monumen ini sebagai bagian dari identitas nasional yang melampaui batas agama dan politik.