Pada bulan Juni 2022, Nupur Sharma, mantan juru bicara Partai
Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di India, mengeluarkan pernyataan kontroversial mengenai Nabi Muhammad dalam sebuah debat televisi. Ucapan tersebut menciptakan kemarahan di antara umat Muslim India dan negara-negara dengan mayoritas Muslim di seluruh dunia.
Reaksi Nasional dan Internasional
Tindakan BJP dan Pemerintah India
Sebagai reaksi, BJP segera mengeluarkan Sharma dari keanggotaan partai dan menegaskan bahwa ucapannya tidak mencerminkan sikap resmi partai. Pemerintah India juga menekankan bahwa pandangan Sharma adalah pendapat pribadinya dan tidak mewakili kebijakan pemerintah.
Protes dan Kekerasan
Walaupun langkah disipliner telah diambil, protes besar-besaran tetap berlangsung di berbagai kota di India. Para demonstran menuntut tindakan lebih tegas terhadap Sharma dan meminta perlindungan untuk komunitas Muslim. Dalam beberapa insiden, bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan berujung pada kekerasan, termasuk penembakan oleh polisi yang menyebabkan korban jiwa.
Kecaman Internasional
Pernyataan Sharma juga mendapat kecaman dari berbagai negara dan organisasi internasional. Negara-negara seperti Indonesia, Kuwait, Iran, dan Qatar memanggil duta besar India untuk menyampaikan protes secara resmi. Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dengan tegas mengecam tindakan tersebut dan menekankan bahwa penghinaan terhadap tokoh agama dapat memicu ketegangan antarumat beragama.
Implikasi Terhadap Hubungan Internasional
Dampak Terhadap Hubungan Bilateral
Kejadian ini memperburuk hubungan India dengan beberapa negara mayoritas Muslim. Tuntutan akan permintaan maaf resmi dan tindakan konkret dari pemerintah India menunjukkan adanya ketegangan diplomatik yang signifikan.
Tantangan bagi Pemerintah Modi
Peristiwa ini menambah tantangan bagi pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi dalam menjaga hubungan baik dengan komunitas Muslim domestik dan negara-negara tetangga yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Kegagalan untuk menanggapi dengan baik dapat memperburuk persepsi negatif terhadap India di kancah internasional.