Friday

04-04-2025 Vol 19

Meningkatnya Tren Musik Anti-Muslim di India

Dalam beberapa tahun terakhir, India telah melihat munculnya

genre musik yang dinamakan “Hindutva Pop,” yang kerap mengandung lirik yang bersifat anti-Muslim. Musik ini menjadi sarana bagi kelompok nasionalis Hindu untuk menyampaikan pesan kebencian terhadap umat Muslim. ​

Tokoh-Tokoh Utama dalam Hindutva Pop

Salah satu penyanyi yang berkontribusi dalam genre ini adalah Prem Krishnavanshi, seorang lulusan teknik dari Lucknow, Uttar Pradesh. Awalnya bercita-cita menjadi penyanyi Bollywood, Krishnavanshi beralih ke musik yang mendukung ideologi nasionalis Hindu setelah merasakan persaingan di industri film terlalu ketat. Lagu-lagunya sering kali memiliki lirik yang menyebut Muslim sebagai “penjagal” dan meragukan konsep persaudaraan antara Hindu dan Muslim. ​

Laxmi Dubey adalah penyanyi lain yang mencolok dalam genre

ini. Berpakaian dengan atribut nasionalis Hindu seperti turban dan warna saffron, Dubey menyanyikan lagu-lagu yang mendesak dominasi Hindu di India. Salah satu lagunya yang terkenal, “Har Ghar Bhagwa Chayega,” secara eksplisit meminta agar setiap rumah di India mengadopsi warna saffron, yang merupakan simbol nasionalisme Hindu. ​
Time
Dampak Sosial dan Politik
Musik Hindutva Pop tidak hanya terbatas pada platform daring seperti YouTube, tetapi juga sering diputar dalam acara-acara publik dan pawai keagamaan. Pada April 2022, selama perayaan Ram Navami, terjadi insiden di mana lagu-lagu dengan lirik yang provokatif dimainkan di dekat masjid, yang memicu bentrokan antara komunitas Hindu dan Muslim di Khargone, Madhya Pradesh. Beberapa rumah milik Muslim dibakar dalam peristiwa tersebut. ​
Time
Pengamat politik dan aktivis hak asasi manusia mengungkapkan kekhawatiran bahwa musik semacam ini dijadikan alat untuk memobilisasi massa dan menyebarkan ideologi kebencian. Mereka menekankan bahwa lirik-lirik dalam lagu-lagu tersebut sering kali mengandung ajakan untuk kekerasan dan diskriminasi terhadap komunitas Muslim, yang bisa memperburuk polarisasi sosial di India. ​
Tanggapan dari Komunitas Muslim
Di sisi lain, terdapat kasus seperti Farmani Naaz, seorang penyanyi Muslim dari Muzaffarnagar, Uttar Pradesh, yang menerima kritik dari ulama Muslim karena menyanyikan lagu bhajan Hindu berjudul “Har Har Shambhu. ” Beberapa ulama menyatakan bahwa keterlibatannya dalam menyanyikan lagu-lagu keagamaan Hindu bertentangan dengan ajaran Islam. Namun, Farmani membela posisinya dengan menyatakan bahwa seni tidak mengenal agama dan bahwa banyak penyanyi Muslim sebelumnya juga menyanyikan lagu-lagu keagamaan Hindu. ​

www.bambubet.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *