Friday

04-04-2025 Vol 19

Peru di Bawah Kepemimpinan Alberto Fujimori: Kebijakan dan Kontroversi

Alberto Fujimori, mantan Presiden Peru, merupakan salah satu

individu yang sangat mempengaruhi sejarah modern negara ini. Menjabat Peru mulai 1990 hingga 2000, ia dikenal karena kebijakan-kebijakan beraninya yang kontroversial, yang menghasilkan perubahan signifikan dalam aspek ekonomi dan politik Peru. Namun, pemerintahan Fujimori juga diwarnai dengan berbagai tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan praktik korupsi. Artikel ini akan menjelaskan bagaimana Peru berkembang di bawah kepemimpinan Alberto Fujimori serta pengaruh dari kebijakan-kebijakan tersebut.

Masa Kepemimpinan Alberto Fujimori

Kepemimpinan Fujimori yang Kontroversial
Alberto Fujimori menjabat sebagai Presiden Peru selama dua periode, dimulai pada tahun 1990 setelah ia secara mengejutkan memenangkan pemilihan presiden. Fujimori bukanlah seorang politisi konvensional; ia adalah seorang ilmuwan dan mantan rektor universitas berketurunan Jepang. Hal ini membuatnya menonjol dalam dunia politik Peru yang sebelumnya didominasi oleh politisi tradisional.
Fujimori pertama kali terpilih pada saat negara menghadapi krisis ekonomi yang parah, inflasi yang tinggi, dan ketegangan sosial yang merajalela. Ia masuk ke dalam posisi kekuasaan dengan janji untuk membawa perubahan dan memberantas ketidakstabilan yang menerpa negara.
Kebijakan Ekonomi Fujimori
Salah satu kebijakan utama yang diterapkan oleh Fujimori adalah program reformasi ekonomi yang dikenal dengan nama “Fujishock”. Reformasi tersebut bertujuan untuk mengatasi hiperinflasi dan krisis ekonomi melalui kebijakan yang ketat. Beberapa langkah yang diambil antara lain:
Penyusunan anggaran yang lebih ketat dan pengurangan defisit anggaran.
Privatisasi perusahaan-perusahaan milik negara dan pembukaan pasar untuk investasi asing.
Pembekuan upah dan pengurangan subsidi untuk mengendalikan inflasi.
Kebijakan-kebijakan ini berhasil menurunkan tingkat inflasi secara drastis dan menstabilkan ekonomi Peru, meski dengan konsekuensi yang cukup berat bagi sebagian masyarakat, terutama kelompok yang kurang mampu.

Perang Melawan Terorisme dan Pemberontakan

Ancaman Teroris: Shining Path dan MRTA
Di bawah kepemimpinan Fujimori, Peru juga menghadapi ancaman besar dari kelompok teroris, khususnya Shining Path (Sendero Luminoso) dan Tupac Amaru Revolutionary Movement (MRTA). Kedua kelompok ini berusaha untuk menggulingkan pemerintahan Peru dan menegakkan ideologi Marxisme-Leninisme.
Shining Path terkenal karena tindak kekerasan yang ekstrem dan serangannya terhadap warga sipil, sementara MRTA lebih terorganisir dan berfokus pada serangan terhadap fasilitas militer serta pemerintah.
Taktik Fujimori dalam Menghadapi Terorisme
Fujimori mengadopsi kebijakan keras untuk menghadapi kelompok teroris ini. Ia memperkuat angkatan militer dan kepolisian, memberlakukan undang-undang darurat, serta meluncurkan operasi militer besar-besaran untuk menghancurkan basis-basis teroris. Di saat bersamaan, ia juga mendirikan INTEL (agen intelijen Peru) yang memainkan peran penting dalam melawan terorisme.
Taktik Fujimori yang cukup keras ini berhasil mengurangi ancaman terorisme di Peru. Namun, kebijakan ini juga mendapatkan kritik terkait dengan pembunuhan di luar hukum, penyiksaan terhadap para tahanan, dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh aparat negara.

Kontroversi dan Kejatuhan Politik

Korupsi dan Penyalahgunaan Kekuasaan
Walaupun berhasil secara ekonomi dan dalam penanganan terorisme, masa kepemimpinan Fujimori juga dipenuhi dengan sejumlah kontroversi, khususnya yang berkaitan dengan korupsi. Di akhir masa jabatannya, terungkap bahwa ia dan sejumlah pejabat tinggi dalam pemerintahannya terlibat dalam praktik korupsi besar-besaran, termasuk pengalihan dana publik dan penyalahgunaan kekuasaan demi keuntungan pribadi.
Pelarian dan Pengadilan
Pada tahun 2000, setelah terungkap skandal korupsi besar, Fujimori melarikan diri ke Jepang. Kemudian, pada tahun 2005, ia ditangkap saat berkunjung ke Chile dan diekstradisi ke Peru untuk menghadapi tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi.
Fujimori dihukum penjara dalam sejumlah perkara, meskipun ia masih memiliki banyak pengikut di Peru yang memujinya atas prestasi ekonomi dan keberhasilan dalam melawan terorisme.

www.bambubet.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *