Sani Abacha merupakan salah satu figur paling kontroversial
dalam sejarah Nigeria. Sebagai pemimpin militer yang berkuasa dari 1993 hingga 1998, Abacha dikenal tidak hanya karena kepemimpinannya yang otoriter, tetapi juga karena dugaan penyalahgunaan dana negara dalam jumlah besar. Selama masa pemerintahannya, ia dituduh menggelapkan miliaran dolar dari kas negara, membuatnya menjadi salah satu kasus korupsi terbesar di dunia.
Latar Belakang Sani Abacha
Naiknya Abacha ke Puncak Kekuasaan
Sani Abacha lahir pada 20 September 1943 di Kano, Nigeria. Ia bergabung dengan militer Nigeria dan secara bertahap naik pangkat hingga terlibat dalam berbagai kudeta militer.
Pada tahun 1993, Abacha merebut kekuasaan melalui kudeta militer setelah hasil pemilu yang seharusnya memenangkan Moshood Abiola dibatalkan. Setelah menguasai, ia membubarkan institusi demokratis dan menjalankan pemerintahan dengan tangan besi.
Kebijakan Otoriter dan Represi
Selama masa kepemimpinannya, Abacha menindas oposisi politik, membatasi kebebasan pers, dan melakukan berbagai pelanggaran hak asasi manusia. Para aktivis dan lawan politiknya, termasuk Ken Saro-Wiwa, seorang aktivis lingkungan terkenal, dihukum mati oleh rezimnya.
Modus Operandi Penggelapan Dana
Bagaimana Sani Abacha Menguras Aset Nigeria?
Menurut penyelidikan berbagai lembaga keuangan internasional, Sani Abacha dan para kroninya menggunakan berbagai metode untuk mengalirkan dana negara ke rekening pribadi mereka, termasuk:
Menggunakan bank sentral Nigeria untuk menarik dana besar tanpa dokumentasi resmi.
Menyelundupkan uang tunai ke luar negeri melalui berbagai perantara.
Menggunakan rekening rahasia di Swiss, Luksemburg, dan negara-negara surga pajak lainnya.
Membuat proyek-proyek fiktif untuk mencuci uang hasil korupsi.
Jumlah Uang yang Dicuri
Diperkirakan Abacha dan jaringan korupsinya berhasil menggelapkan lebih dari $4–5 miliar dari Nigeria. Dana ini disembunyikan di berbagai rekening luar negeri dan diinvestasikan dalam aset bernilai tinggi di luar negeri.
3. Dampak Terhadap Nigeria
Korupsi yang meluas ini membuat perekonomian Nigeria semakin terpuruk. Infrastruktur negara terbengkalai, tingkat kemiskinan meningkat, dan kepercayaan terhadap pemerintahan melemah.
Pengembalian Aset yang Dicuri
Investigasi dan Tindakan Hukum
Setelah Abacha meninggal secara misterius pada 8 Juni 1998, pemerintah Nigeria dan organisasi internasional mulai menyelidiki aset yang dicurinya. Beberapa langkah yang diambil antara lain:
Pemerintah Swiss membekukan rekening yang menyimpan dana Abacha.
Beberapa negara, termasuk AS dan Inggris, membantu Nigeria dalam melacak dan mengembalikan dana curian.
Pengembalian Dana ke Nigeria
Sejak 1999, berbagai usaha telah dilakukan untuk mengembalikan aset yang dicuri. Beberapa keberhasilan meliputi:
Pada tahun 2005, Swiss mengembalikan sekitar $500 juta.
Pada 2020, AS dan Jersey mengembalikan lebih dari $300 juta.
Total sekitar $3,6 miliar telah dikembalikan ke Nigeria dari berbagai negara.
Namun, masih ada miliaran dolar yang belum ditemukan atau belum dikembalikan sepenuhnya.