Latar Belakang: Siapa Viktor Yanukovych?
Viktor Yanukovych adalah seorang politisi asal Ukraina yang menjabat sebagai Presiden Ukraina dari tahun 2010 hingga 2014. Sebelum terjun ke dunia politik, Yanukovych memiliki latar belakang sebagai teknisi dan bekerja di berbagai sektor industri di Ukraina. Ia memulai karir politiknya pada tahun 1997 ketika menjabat sebagai Gubernur Donetsk, wilayah yang kaya akan sumber daya alam dan industri. Kemudian, ia naik ke posisi yang lebih tinggi, menjadi Perdana Menteri Ukraina pada dua periode yang berbeda sebelum akhirnya meraih kursi presiden pada tahun 2010.
Yanukovych dikenal sebagai sosok yang memiliki hubungan erat dengan Rusia, dan hal ini menjadi salah satu isu utama yang mewarnai kepresidenannya. Keputusan-keputusan politik yang diambilnya sering kali membuatnya dianggap sebagai pemimpin yang lebih mengutamakan kepentingan Rusia dibandingkan dengan kepentingan rakyat Ukraina. Kepemimpinannya berakhir dengan sebuah tragedi politik yang dikenal sebagai Euromaidan, yaitu protes besar yang berujung pada penggulingannya dari kekuasaan.
Masa Kepemimpinan dan Kebijakan Politik
Kedekatannya dengan Rusia dan Kebijakan Pro-Rusia
Selama masa jabatannya, Viktor Yanukovych diakui sebagai pemimpin yang sangat pro-Rusia. Salah satu kebijakan paling kontroversial yang ia terapkan adalah membatalkan perjanjian dengan Uni Eropa yang sudah disetujui sebelumnya, yang dikenal dengan nama Asosiasi Perjanjian Uni Eropa-Ukraina. Keputusan ini membuat banyak warga Ukraina merasa kecewa, terutama mereka yang mendukung integrasi lebih lanjut dengan Eropa serta reformasi politik dan ekonomi yang lebih lepas dari pengaruh Rusia.
Sebagai penggantinya, Yanukovych memutuskan untuk memperkuat hubungan dengan Rusia. Pada akhir tahun 2013, ia memilih untuk menerima bantuan keuangan dari Rusia, yang diikuti dengan serangkaian langkah untuk mengurangi kemandirian politik Ukraina dan mengaitkan negara tersebut pada kebijakan luar negeri Moskow.
Korupsi dan Penyalahgunaan Kekuasaan
Selama masa kepemimpinan Yanukovych, banyak laporan muncul mengenai penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi dalam pemerintahannya. Yanukovych dan pergaulannya diketahui telah menggunakan posisi mereka untuk keuntungan pribadi. Salah satu contoh paling jelas adalah pengeluaran besar-besaran untuk pembangunan kediaman presiden, yang dikenal dengan nama Mezhyhirya, yang kemudian menjadi simbol dari kemewahan dan korupsi pemerintahannya.
Mezhyhirya menjadi lambang ketidakadilan dan korupsi pemerintahan Yanukovych, karena di dalamnya terdapat berbagai fasilitas mewah yang tidak sesuai dengan standar hidup mayoritas rakyat Ukraina. Selain itu, banyak pejabat pemerintah yang dekat dengan Yanukovych juga dilaporkan terlibat dalam praktik korupsi, yang mengakibatkan ketidakpuasan yang meluas di kalangan warga Ukraina.
Pengunduran Diri dan Pengasingan ke Rusia
Pada akhir tahun 2013 dan awal tahun 2014, protes besar-besaran yang dikenal dengan nama Euromaidan meletus di Ukraina. Demonstrasi ini dimulai sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan Yanukovych yang menghentikan proses integrasi dengan Uni Eropa dan beralih kepada Rusia. Namun, protes tersebut kemudian berkembang menjadi tuntutan untuk pengunduran diri Yanukovych akibat tuduhan korupsi dan pengabaian terhadap hak-hak rakyat Ukraina.
Pada bulan Februari 2014, setelah berbulan-bulan protes dan kekerasan yang mengakibatkan banyak korban jiwa, Yanukovych melarikan diri dari ibu kota Kiev dan pergi ke Rusia. Keberangkatannya ini diikuti dengan pengunduran diri kabinetnya dan keputusan Parlemen Ukraina untuk menggulingkan Yanukovych dari kursi presiden.
Tuduhan Pengkhianatan dan Penuntutan
Setelah kepergiannya ke Rusia, Yanukovych ditetapkan sebagai tersangka dalam berbagai kasus pidana, termasuk pengkhianatan terhadap negara, penyalahgunaan kekuasaan, dan korupsi. Pemerintah Ukraina menuduh Yanukovych berkolusi dengan Rusia dalam menyiapkan invasi Rusia ke Crimea pada 2014, yang berujung pada aneksasi daerah tersebut oleh Rusia. Tuduhan ini semakin merusak citra Yanukovych di mata rakyat Ukraina dan komunitas internasional.
Pada 2017, pengadilan di Ukraina mengeluarkan putusan in absentia yang menjatuhkan hukuman penjara 13 tahun kepada Yanukovych atas tuduhan pengkhianatan dan penyalahgunaan kekuasaan terkait dengan perannya dalam aneksasi Crimea dan tindakannya yang memicu kerusuhan politik di Ukraina.
Dampak dari Kepemimpinan Yanukovych terhadap Ukraina
Ketidakstabilan Politik dan Sosial
Masa kepemimpinan Yanukovych berakhir dengan ketidakstabilan politik yang signifikan di Ukraina. Pengunduran dirinya memicu pergolakan politik yang berkepanjangan dan berlanjut hingga saat ini. Konflik bersenjata di timur Ukraina antara pasukan Ukraina dan separatis pro-Rusia juga diperparah oleh kebijakan-kebijakan Yanukovych yang pro-Rusia.
Euromaidan tidak hanya mengarah pada penggulingan Yanukovych, tetapi juga memicu perubahan besar dalam politik Ukraina. Pemerintahan pasca-Yanukovych berusaha untuk mengatasi warisan buruk yang ditinggalkan oleh kepemimpinan sebelumnya, termasuk reformasi dalam pemerintahan dan ekonomi, meskipun tantangan besar masih ada.
Hubungan dengan Rusia dan Perang Crimea
Kepergian Yanukovych membuka babak baru dalam hubungan Ukraina dengan Rusia. Setelah aneksasi Crimea oleh Rusia pada 2014, Ukraina semakin terisolasi dari Rusia dan memulai kerjasama yang lebih erat dengan negara-negara Barat, terutama Uni Eropa dan Amerika Serikat. Namun, hubungan yang tegang ini membawa dampak besar dalam politik global, yang kemudian berkembang menjadi konflik yang lebih besar di timur Ukraina.